3 Perbedaan Generasi Milenial dan Gen Z di Dunia Kerja

Freelancers

3 Perbedaan Generasi Milenial dan Gen Z di Dunia Kerja

Memasuki tahun 2020, terdapat penurunan jumlah angkatan kerja generasi Baby Boomer dan generasi X yang signifikan. Penurunan tersebut bersamaan dengan adanya dominasi generasi Milenial dan Generasi Z di dunia kerja.

Siapa yang termasuk Generasi Milenial dan Gen Z?

Photo by Campaign Creators on Unsplash

Menurut indeed.com, istilah Generasi Milenial merujuk pada mereka yang lahir antara tahun 1981 dan 1996. Generasi Milenial tertua berusia 40-an dan yang termuda berusia pertengahan 20-an. Well, generasi satu ini juga dikenal sebagai generasi pertama yang tumbuh seiring dengan perkembangan internet, perangkat seluler, serta tantangan ekonomi dan resesi.

Di sisi lain, Generasi Z atau lebih populer dengan sebutan Gen Z adalah istilah yang ditujukan untuk mereka yang lahir antara tahun 1997 dan 2015. Nah, Gen Z dapat disebut sebagai generasi yang paling beragam dan sangat “melek” terhadap teknologi.

Banyak dari kita yang terkadang merasa bahwa Generasi Milenial dan Gen Z itu mirip atau bahkan susah untuk dibedakan. Meskipun kedua generasi sama-sama jago dalam hal teknologi, tetapi tahukah kamu bahwa ternyata ada beberapa perbedaan di antara keduanya dalam dunia kerja?

1. Perbedaan Sifat Generasi Milenial dan Gen Z

Perbedaan pertama adalah perbedaan dalam hal sifat atau nilai yang dianut. Generasi Milenial cenderung lebih bersifat idealis dan optimis, khususnya ketika mereka sedang membuat keputusan. Di sisi lain, Gen Z yang telah melihat ketidakstabilan Generasi Milenial pun cenderung untuk lebih berhati-hati.

Tidak hanya itu, Generasi Milenial juga memiliki pola pikir yang inventif dan entrepreneurial. Sedangkan Gen Z lebih tertarik dengan hal-hal yang sudah teruji dan mapan.

Baca Juga: Pentingnya Asuransi Kesehatan Bagi Freelancer

2. Perbedaan Cara Kerja

Dalam hal cara kerja, Generasi Milenial lebih memiliki mentalitas kolaboratif dan berorientasi pada kerja tim. Mereka senang bekerja bersama dan senang berada dalam lingkup kerja yang inklusif. Nah, bagi para Milenial, semangat kolaborasi adalah kunci kesuksesan perusahaan.

Di sisi lain, Gen Z lebih memilih untuk bekerja secara mandiri. Dengan kata lain, mereka cenderung lebih kompetitif, fokus pada kesuksesan individu, dan independent.

3. Perbedaan Motivasi Kerja

Perbedaan terakhir adalah perbedaan dalam hal motivasi kerja. Generasi Milenial yang sangat tertarik dengan kerja sama tim akan termotivasi apabila mereka bekerja dengan atasan yang peduli dengan kepentingan karyawan, menghormati perbedaan nilai, dan menjunjung “work-life balance”.

Gen Z juga memang menghargai perusahaan yang terlibat secara sosial, namun mereka lebih termotivasi untuk membuat dampak langsung dan tidak mau mengandalkan atasan untuk tujuan mereka.

Nurul Hanun Asyifa

Author Since: 4 July 2022

Leave Your Comment

id_ID