6 Tips Efektif Terhindar Dari Miskomunikasi

Freelancers
6 Tips Efektif Terhindar Dari Miskomunikasi

6 Tips Efektif Terhindar Dari Miskomunikasi

Komunikasi yang baik merupakan faktor penting dalam kesuksesan di lingkungan kerja. Bagi freelancer, hal ini dapat semakin memperlancar penyelesaiian pekerjaan dan hubungan dengan klien.

Meskipun begitu, terkadang kesalahpahaman atau miskomunikasi di lingkungan kerja tak bisa kita hindari. Apalagi freelancer yang biasanya bekerja dan menjalin hubungan dengan klein secara remote (jarak jauh).

Dalam artikel ini, Rumah Freelancer akan membahas tentang alasan-alasan miskomunikasi bisa terjadi dan tips yang bisa kamu lakukan untuk menghindarinya. Baca selengkapnya di bawah ini!

Mengapa Miskomunikasi Bisa Terjadi?

Miskomunikasi
Image by Freepik

Kurang Mendengarkan

Salah satu penyebab utama miskomunikasi adalah kurangnya mendengarkan dengan penuh perhatian. Seringkali orang terburu-buru atau terganggu oleh gangguan-gangguan lain saat berkomunikasi, seperti ponsel atau pemikiran tentang hal lain. 

Akibatnya, mereka bisa melewatkan informasi penting atau detail yang dapat mengubah pemahaman mereka tentang pesan yang disampaikan.

Waktu yang Terbatas

Waktu yang terbatas di tempat kerja seringkali membuat orang terburu-buru dalam berkomunikasi. Terlebih lagi ketika harus berkomunikasi secara tidak langsung melalui telepon atau online meeting dengan waktu terbatas.

Pada akhirnya, mereka memberikan pesan dengan cepat tanpa memberikan waktu yang cukup untuk pemahaman yang menyeluruh. Hal ini akan menimbulkan kebingungan dan kesalahan pemahaman oleh pihak lain. 

Kurang Memahami

Setiap individu memiliki latar belakang, pengetahuan, dan pengalaman yang berbeda. Kurangnya pemahaman terhadap topik yang sedang dibahas atau kurangnya familiaritas dengan istilah yang digunakan dalam komunikasi dapat menyebabkan miskomunikasi. Beberapa orang mungkin tidak sepenuhnya mengerti maksud atau konteks pesan, sehingga menghasilkan interpretasi yang salah.

Salah Asumsi

Tak dapat dipungkiri bahwa terkadang kita bisa membuat asumsi yang tidak tepat terkait informasi yang kita peroleh. Asumsi yang salah dapat mengaburkan pesan yang sebenarnya dan menghasilkan kesalahpahaman.

Apalagi jika asumsi tersebut berkaitan dengan pekerjaan atau project yang sedang kita kerjakan. Hal seperti ini malah menghambat proses pengerjaan tugas dan bahkan, bisa berdampak buruk pada kualitas pekerjaan.

Tidak Memberikan Informasi yang Cukup

Komunikasi yang tidak jelas atau tidak memadai juga dapat menyebabkan miskomunikasi di tempat kerja. Ketika seseorang tidak memberikan detail atau klarifikasi yang cukup, pihak lain mungkin mengalami kesulitan dalam memahami informasi tersebut.

Tips Agar Terhindari dari Miskomunikasi

1. Berkomunikasi Secara Jelas

Saat berkomunikasi, pastikan pesan yang ingin kamu sampaikan mudah dipahami oleh pihak lain. Gunakan kalimat yang terstruktur dan sederhana. Hindari penggunaan jargon atau istilah teknis yang mungkin asing bagi semua orang, khususnya ketika sedang berkomunikasi dengan klien mengenai pekerjaan yang kamu lakukan. Pastikan tujuan pesan dapat tersampaikan dengan jelas dan hindari informasi yang ambigu atau samar.

2. “Honest Communication”

Jujur dan terbuka dalam berkomunikasi adalah kunci penting untuk menghindari miskomunikasi. Jangan menyembunyikan informasi penting atau memberikan informasi yang tidak benar. Jika ada masalah atau ketidaksepakatan, sampaikan secara jujur dan langsung kepada pihak terkait. Komunikasi yang jujur dan transparan dapat mendorong pemahaman yang lebih baik.

3. Gunakan Sarana Komunikasi yang Tepat

Pemilihan sarana komunikasi juga penting untuk menghindari kesalahpahaman. Terkadang, pesan yang kompleks atau penting lebih baik kamu sampaikan melalui pertemuan tatap muka atau telepon daripada melalui email atau pesan singkat. Komunikasi verbal memungkinkan adanya klarifikasi dan tanya jawab langsung, yang pastinya dapat memperjelas pesan atau informasi.

Selain tatap muka, kamu juga bisa menggunakan beragam sarana komunikasi sekaligus seperti email, telepon, WhatsApp, dan lain sebagainya untuk memastikan pesan sampai dengan jelas.

4. Berikan Feedback Secara Teratur

Memberikan feedback secara teratur dapat membantu memperbaiki komunikasi dan mengurangi miskomunikasi. Berikan apresiasi kepada rekan kerja untuk pekerjaan yang baik dan berikan saran konstruktif jika ada perbaikan yang perlu dilakukan. 

Penting untuk memberikan feedback dengan cara yang jelas, objektif, dan jangan memaksa. Hal ini membantu menghindari kesalahpahaman dan meningkatkan komunikasi.

5. Adakan Meeting Rutin

Meeting rutin dengan tim atau klien merupakan kesempatan untuk berbagi informasi, memperjelas pemahaman, dan menyelesaikan masalah. Meeting seperti ini dapat menjadi forum diskusi untuk saling bertukar pikiran dan memperkuat komunikasi antar pihak. Pastikan meeting dilakukan secara teratur dan memiliki agenda yang jelas untuk mengoptimalkan efektivitas komunikasi.

6. Mendengarkan dan Bertanya

Ketika berkomunikasi, berikan perhatian penuh kepada pihak lain, dengarkan dengan teliti apa yang mereka katakan, dan mengalihkan pembicaraan. Selain itu, seperti peribahasa “Malu bertanya, sesat di jalan”, jangan ragu untuk bertanya jika ada hal yang tidak kamu pahami dengan jelas. Bertanya dengan tepat dan relevan membantu memperjelas informasi dan mencegah miskomunikasi.

Baca Juga: 5 Langkah Membuat Konten Podcast yang Sukses

Hanun Asyifa

Author Since: 4 July 2022

Leave Your Comment

id_ID