MENGENAL ATL DAN BTL: BERIKUT PENGERTIANNYA

Freelancers
atl btl
Image by Freepik

Bagi sebagian orang, mungkin istilah ATL atau Above The Line dan BTL atau Below The Line masih terdengar asing di telinga. Bahkan, mungkin mereka akan menjawab “ha?” saat dua istilah tersebut keluar.

Btw, istilah “the line” ini pertama kali diperkenalkan oleh Proctor dan Gamble sebagai batas yang membedakan kegiatan promosi, lho. Namun seiring dengan berjalannya waktu, banyak orang yang berpendapat bahwa dua pendekatan pemasaran tersebut menjadi bias. Mungkin ini akibat dari banyaknya perusahaan yang menggabungkan dua istilah tersebut saat melakukan strategi pemasaran. 

ATL dan BTL merupakan sebuah strategi pengenalan dan pemasaran yang sering perusahaan besar gunakan. Dengan kata lain, kedua hal tersebut sangat penting dalam proses pemasaran. Strategi ini bisa membuat produk lebih terkenal di kalangan masyarakat yang menjadi taget pasarnya.

ATL dan BTL sekilas memang terlihat sama, sih. Namun nyatanya, ATL dan BTL berbeda, lho. Dalam prosesnya ATL tidak memerlukan interaksi secara langsung dengan audiens, sedang BTL memerlukan interaksi secara langsung dengan audiens. Masih banyak lagi perbedaannya, kita bahas di bawah yuk!

Apa itu ATL dan BTL?

ATL atau Above The Line adalah aktivitas pemasaran yang berfokus pada pembentukan merek (brand building). Sedang BTL atau Below The Line adalah aktivitas pemasaran yang lebih berfokus pada konversi segmen pasar bertarget. 

Perbedaan Antara ATL dan BTL

ATL atau Above The Line

1. Tidak berfokus pada hasil penjualan

ATL berfokus pada brand awareness. Bagaimana masyarakat luas mengetahui bahwa ada produk dari perusahaan tertentu yang berada di pasar Indonesia. Iklan ini membutuhkan copywriting yang menarik, bahkan beberapa ada copywriting yang nyeleneh hingga viral di media sosial. Biasanya marketing tipe ATL ini menggunakan billboard yang terpasang di jalan-jalan umum seperti jalan raya dan jalan tol.

2. Tidak terlibat secara langsung dengan audiens

Karena termasuk ke dalam mass marketing, di mana tempat pemasarannya berada di tempat yang dapat menjangkau banyak orang dan secara masif. Sehingga iklan ini tidak terlibat langsung dengan audiens, tidak seperti yang apa yang terjadi pada below the line.

3. Media pemasaran mengggunakan media konvensional

BTL atau Below The Line

1. Berfokus pada hasil penjualan

2.Terlibat secara langsung dengan audiens

3. Media yang digunakan event, dan lainnya

Rizqa Munadiyah

Author Since: 27 June 2022

Leave Your Comment

id_ID