Buzzer: Fenomena Marketing yang Semakin Marak

Freelancers

Kata “buzzer” mungkin bisa terdengar positif maupun negatif di telinga kita. Saat ini, semakin banyak brand maupun organisasi yang menggunakan teknik buzzing dalam marketing mereka.

Buzzer sendiri berasal dari bahasa Inggris “buzz” yang memiliki arti dengung, rumor atau desas-desus. Secara singkat, mereka adalah seseorang atau sekelompok orang yang bertugas untuk memengaruhi, menyuarakan opini atau mendorong suatu kegiatan/topik kepada yang menjadi target.

Negatif atau Positif?

buzzer

Salah satu alasan yang membuat citra buzzer negatif adalah ketika mereka bekerja dalam ranah politik dan berperan untuk mendukung partai politik tertentu. Padahal, mereka terbilang salah satu strategi efektif dalam digital marketing.

Selain itu, mereka juga sering menjatuhkan lawan politik dengan berbagai cara, bahkan, hingga membagikan informasi palsu atau hoaks.

Tugas Buzzer dalam Marketing

Meskipun dalam ranah politik buzzer itu dipandang negatif, namun sebenarnya mereka memiliki peran yang besar dalam digital marketing.

Mereka bertugas untuk meningkatkan brand awareness dan juga berperan sebagai garda depan untuk memberikan informasi terkait produk tersebut. Bahkan, tak jarang mereka turut berperan dalam promosi artis baru atau album yang akan rilis.

Beberapa tugas buzzer dalam marketing atau pemasaran adalah sebagai berikut:

  1. Menyampaikan informasi secara berulang-ulang agar menjangkau audiens yang lebih luas
  2. Mengarahkan opini publik
  3. Mengarahkan audiens untuk menggunakan jasa/produk tertentu
  4. Menyebarkan isu-isu terbaru
  5. Membuat konten menarik atau menciptakan tren dengan produk/jasa tertentu
  6. Menggunakan strategi berbasis data

Berdasarkan tugas-tugas di atas, maka ada beberapa kemampuan yang harus dimiliki oleh buzzer. Kemampuan-kemampuan tersebut adalah analisis produk, copywriting atau content writing dan pemahaman tentang tren.

buzzer

Meskipun buzzer semakin populer dalam digital marketing, namun terdapat tantangan dalam strategi buzz marketing. Salah satu tantangan tersebut adalah merencanakan promosi dan menciptakan kampanye yang viral.

Menjadi viral tentunya tidak mudah karena kamu harus bersaing dengan topik lain. Bahkan, akan menjadi lebih sulit lagi jika ada topik hangat lain yang sudah mencuri perhatian.

So, kamu harus bisa menyusun konsep matang, meningkatkan kualitas produk dan tentunya mengevaluasi setiap langkah yang sudah kamu jalankan.

Sebagai pemilik bisnis, kamu juga bisa mengoptimalkan bisnismu dengan strategi lainnya. Kamu juga harus ikut mengawasi cara kerja dan apa saja yang dilakukan oleh para buzzer

.

Baca juga: 7 Tips Tingkatkan Followers Secara Organik

Hanun Asyifa

Author Since: 4 July 2022

Leave Your Comment

id_ID