Memulai Karier Sebagai Freelancer? Siapa Takut!

Freelancers

Memulai Karier Sebagai Freelancer? Siapa Takut!

Banyak orang beranggapan bahwa menjadi freelancer hanya sebagai kerja sampingan saja dan akan berdampak buruk pada pilihan karier di masa depan. 

Tapi ternyata, menjadi seorang freelancer dapat menjadi pilihan karier yang tepat bagi kamu yang masih bingung. 

Semenjak masa pandemi melanda seluruh dunia, seluruh aktifitas pekerjaan berpindah arah menjadi online dan memanfaatkan aplikasi aplikasi yang dapat menunjang pekerjaan secara remote. 

Hal tersebut mengubah pandangan orang-orang untuk bekerja secara remote dan fleksibel. 

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020 sebanyak 33.4 juta orang bekerja sebagai freelancer, angka tersebut meningkat sebanyak 4,32 juta orang atau 26% dari tahun lalu.

Lalu bagaimana caranya memulai karier sebagai seorang freelancer

Yuk simak artikel ini sampai akhir untuk melihat bagaimana caranya memulai karier sebagai freelancer!

Cara Memulai Karier Menjadi Freelancer

Melansir Forbes berikut hal-hal yang perlu kamu perhatikan untuk memulai karier sebagai seorang freelancer:

1. Buatlah Portofolio yang Menarik 

karier freelancer
www.freepik.com

Portofolio dapat menjadi salah satu jalan kita bertemu dengan klien. Membuat portofolio tentu membutuhkan skill yang mumpuni dan hasil kerja yang baik. 

Klien biasanya tidak melihat pada berapa lama pengalaman kamu di bidang tersebut, tetapi justru mereka melihat hasil kerja yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka. 

Tetapi, jika kamu belum memiliki pengalaman yang dapat kamu masukan ke dalam portofolio, kamu bisa mengikuti kursus khusus bidang yang kamu minati. Misalnya kamu tertarik pada bidang sosial media marketing, maka ikutilah kursus pada bidang sosial media atau digital marketing. 

Berikut beberapa rekomendasi platform kursus yang dapat kamu ikuti. Jika kamu membutuhkan kursus yang berbasis bahasa Indonesia kamu bisa mencobanya di BelajarLagi, MySkill, dan Revou.

Platform tersebut tidak hanya menyediakan kursus saja, tetapi juga menyediakan tempat bagi kita untuk membangun portofolio yang baik dengan arahan dari mentor mereka. 

Tetapi jika kamu membutuhkan platform kursus yang berbasis bahasa inggris kamu bisa mencobanya di Udemy dan Coursera.

Selain itu, memiliki skill yang mumpuni saja tidak cukup jika kita tidak dapat mempublikasikannya ke dalam bentuk portofolio yang menarik. 

Contohnya jika kamu seorang desain grafis, maka buatlah kumpulan-kumpulan hasil desain dengan ciri khas mu sendiri dan publikasikan di sosial media, seperti Twitter, Tumblr, dan LinkedIn

Dengan begitu para calon klien dapat melihat hasil desain yang telah kamu publikasikan dan kamu akan mendapatkan tawaran bekerjasama dengan mereka.

2. Gabung pada Platform Khusus

Platform khusus freelancer pada zaman sekarang banyak bermunculan. Hal tersebut tentu dapat memudahkan bagi para freelancer pemula untuk memulai mempromosikan dirinya. 

Tidak hanya memudahkan para freelancer, tetapi juga memudahkan klien untuk mencari orang yang tepat dalam menyelesaikan pekerjaannya. 

Salah satu platform terbaru khusus freelancer ini adalah Rumah Freelancer. Sudah ada 40 lebih freelancer yang mendaftar dan bertemu dengan klien melalui platform ini. Pendaftarannya sangat mudah dan cepat. 

Jika kamu seorang freelancer kamu hanya perlu memasukkan alamat email mu atau bergabung melalui akun google mu, maka otomatis akun akan langsung jadi dengan satu kali verifikasi email. 

Selanjutnya kamu hanya perlu mengisi data diri dan upload portofolio mu agar calon klien dapat melihat hasil kerjamu selama ini. 

3. Temukan Klien yang Ideal

Menemukan klien yang ideal  tentu membutuhkan trial and error terlebih dahulu. Karena jika kamu baru pertama kali memulai kariermu sebagai freelancer, maka ketika ada klien ingin menggunakan jasamu, ambil saja terlebih dahulu lalu diskusikan terkait projek yang akan kamu tangani. 

Untuk selanjutnya kamu dapat mempertimbangkan pemilihan klien yang sesuai dengan kriteriamu sendiri. Adapun beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan seorang freelancer dalam memilih klien yang ideal adalah sebagai berikut.

  1. Klien yang ideal adalah klien yang menganggapmu sebagai bagian dari tim proyek yang sedang kamu kerjakan. 
  1. Klien yang ideal memberitahumu mengenai hal-hal yang menjadi kunci atau indikator kesuksesan sebuah proyek dan mempercayaimu untuk bertanggung jawab pada hal tersebut. 
  1. Klien yang ideal melihatmu sebagai seorang ahli yang dapat diajak kerjasama dalam waktu yang panjang, tidak hanya dalam satu pekerjaan saja.

4. Buatlah Kesepakatan 

Membuat kesepakatan ini tidak hanya berkaitan dengan list permintaan klien apa saja yang harus dikerjakan oleh freelancer

Tetapi, berkaitan juga mengenai harga yang ditawarkan oleh freelancer, sehingga penting sekali untuk menentukan rate card yang sesuai agar terjadi kepuasan antar satu sama lain. 

Untuk freelancer pemula, lebih baik menetapkan rate card yang rendah terlebih dahulu. 

Kebanyakan klien merekrut jasa freelancer mempertimbangkan harga yang termurah pada saat pertama kali memilih.

Ketika kepercayaan sudah diberikan oleh klien maka biasanya mereka akan menambahkan fee serta tanggung jawab kepada freelancer untuk mengerjakan proyek mereka dalam jangka waktu yang panjang. 

5. Berikan Hasil Proyek yang Maksimal

Keberhasilan proyek atau tugas yang kamu tangani tentu akan berpengaruh besar pada reputasi dan branding-mu di masa depan. 

Oleh karena itu, wajib hukumnya bagi kamu para freelancer untuk mengerjakan proyek dengan hasil yang maksimal agar klienmu merasa puas. 

Mengutip FreelancingHACKS, freelancer harus membuat hasil kerja di atas ekspektasi klien. 

Misalnya jika kamu seorang SEO Writer, ketika klien memintamu untuk membuat artikel yang memuat 1000 kata, maka kamu akan membuatnya lebih dari 1000 kata. 

Baca juga: Tips dan Trik Wawancara Kerja untuk Pemula

Dengan demikian, klien akan merasa puas dan memberikan rating bintang 5 pada platform yang kamu gunakan. 

Selalu temukan cara agar kamu berbeda dari freelancer yang lain. Tentukanlah hal unik dalam hasil pekerjaanmu sehingga kesempatan untuk dilirik oleh calon klien akan semakin besar. 

6. Perluas Networking

Memperluas networking tentu akan memberikanmu jalan pada kesempatan-kesempatan lain. 

Kesempatan untuk terus menambah pekerjaan baru dan kesempatan untuk bertemu dengan komunitas freelancer yang lain. 

Saling berbagi inspirasi atau rekomendasi pekerjaan yang sesuai dengan bidangmu. Memperluas networking tidak perlu dilakukan dengan bertemu secara langsung, tetapi cukup membangun dan bergabung komunitas secara online di Facebook, Telegram, ataupun Discord

Itu dia 6 langkah yang dapat kamu terapkan ketika kamu mau memulai karier sebagai seorang freelancer

Jangan pernah berpikir bahwa menjadi seorang freelancer tidak akan memiliki karier yang gemilang. 

Zaman sekarang orang berlomba-lomba melakukan self-branding agar mendapatkan pekerjaan yang fleksibel, yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. 

Selain itu, ketika menjadi seorang freelancer, kamu dapat menentukan working pace-mu sendiri tanpa harus diburu-buru oleh atasan.

Hilangkan rasa takutmu untuk memulai karier sebagai freelancer, coba dari hal-hal kecil terlebih dahulu, seperti part-time freelancer agar kamu terbiasa dengan perbedaan deadline dan tanggung jawab dari pekerjaanmu sebelumnya. 

Selanjutnya kamu bisa menjadi seorang full-time freelancer sukses yang memiliki waktu kerja yang fleksibel dan tetap stay at home

Yuk daftarkan diri kamu sebagai freelancer di rumah freelancer. Gratis! Sekarang juga! 

  • Share:

Rizqa Munadiyah

Author Since: 27 June 2022

Leave Your Comment

id_ID