Pentingnya Asuransi Kesehatan Bagi Freelancer

Freelancers

Pentingnya Asuransi Kesehatan Bagi Freelancer

asuransi kesehatan
Photo by Online Marketing on Unsplash

Bekerja sebagai freelancer memang memiliki beberapa keunggulan, seperti waktu dan jadwal bekerja yang fleksibel, serta tidak terikat aturan kaku. Keunggulan-keunggulan itu lah yang membuat pekerjaan freelance menjadi pilihan untuk generasi muda.

Meskipun begitu, jadwal kerja yang fleksibel tak jarang membuat freelancers memaksakan diri untuk begadang atau mengambil terlalu banyak pekerjaan di satu waktu. Pada akhirnya, bisa menyebabkan gaya hidup yang tidak sehat.

Dilansir dari alodokter.com, bekerja dalam posisi duduk selama berjam-jam dapat memengaruhi sirkuasi darah dan kadar gula darah, apalagi ditambah dengan tidur yang tidak cukup. Hal tersebut membuat para pekerja freelancer berisiko tinggi terkena penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, dan bahkan stroke.

Kesehatan memang hal yang paling utama. Untuk memastikan bahwa karyawan terlindungi, maka perusahaan memberikan fasilitas berupa asuransi kesehatan. Nah, berbeda dengan para pekerja full time, freelancers biasanya tidak mendapatkan fasilitas tersebut.

Apa itu Asuransi Kesehatan?

Secara umum, asuransi kesehatan adalah produk finansial berbentuk proteksi kesehatan bagi yang menjadi peserta. Ada dua jenis asuransi kesehatan berdasarkan kepemilikan badan penyelenggara, yaitu asuransi swasta dan pemerintah.

Asuransi swasta dikelola oleh perusahaan swasta, sedangkan asuransi pemerintah dikelola oleh pemerintah. Di Indonesia, asuransi kesehatan yang dikelola oleh pemerintah dikenal dengan sebutan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan.

Manfaat Memiliki Asuransi Kesehatan.

1. Memberikan Ketenangan

Manfaat pertama adalah asuransi itu memberikan ketenangan bagi freelancer. Kondisi yang mengancam kesehatan terkadang tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Nah, dengan adanya asuransi, freelancers bisa lebih tenang dan terlindungi jika sewaktu-waktu jatuh sakit atau bahkan mengalami kecelakaan.

Berbeda dengan karyawan yang mendapatkan fasilitas dari perusahaan, ketika freelancer sakit, mereka tidak bisa mengambil pekerjaan atau project. So, pastikan kalian selalu sehat ya!

Baca Juga: 5 Kebiasaan Buruk Freelancer yang Harus Kamu Hindari

2. Lebih Bijak dalam Mengatur Keuangan

Manfaat selanjutnya adalah pengaturan keuangan yang lebih bijak. Seperti yang kita tahu, freelancer memang biasanya memiliki penghasilan yang tidak menentu. Meskipun begitu, dengan adanya kewajiban membayar premi asuransi secara rutin, freelancer tetapi bisa disiplin dalam mengatur pengeluaran. So, pendapatan tidak akan terbuang untuk hal-hal yang tidak perlu.

Nurul Hanun Asyifa

Author Since: 4 July 2022

Leave Your Comment

id_ID