Plus Minus Kepemimpinan Karismatik yang Dipraktikkan Steve Jobs

Freelancers
Plus Minus Kepemimpinan Karismatik yang Dipraktikkan Steve Jobs

Plus Minus Kepemimpinan Karismatik yang Dipraktikkan Steve Jobs


Ketika membicarakan tentang produk Apple, maka kebanyakan dari kita langsung mengasosiasikannya dengan sosok Steve Jobs. Penemu atau pencetus Apple ini dikenal dengan karakteristiknya sebagai pemimpin yang berkarisma. Tidak hanya Steve Jobs, banyak tokoh-tokoh lain seperti Presiden Soekarno dan Martin Luther King yang dianggap memiliki gaya kepemimpinan karismatik.


Melansir dari psychologytoday.com, pemimpin karismatik adalah komunikator yang sangat terampil yang mampu berkomunikasi dengan para pengikutnya pada tingkat emosional yang dalam. Pemimpin karismatik identik dengan kepercayaan diri tinggi, terampil dalam menjalin atau membangun koneksi dan bertekad kuat.


Ada beberapa kelebihan yang dapat terlihat ketika seseorang mengadopsi gaya kepemimpinan karismatik.

Pertama, pemimpin karismatik dapat menginspirasi orang untuk bekerja sama mencapai suatu tujuan sehingga meningkatkan loyalitas.

Kedua, pemimpin karismatik juga sering dipandang sebagai seorang panutan yang memacu karyawan-karyawannya untuk mengadopsi gaya kepemimpinannya.

Ketiga, dengan kerja sama dan loyalitas yang dibangun oleh pemimpin karismatik, maka karyawan dapat dengan sukarela meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja mereka.

Keempat, pemimpin karismatik akan senantiasa mendorong orang-orang di sekitarnya untuk selalu bergerak dan berinovasi. Tak heran jika produk Apple dapat terus menjadi brand yang dicintai oleh para konsumennya, bahkan ketika Steve Jobs sudah tidak menjadi pemimpin. Karakteristik ideal, elegan dan compact yang diadopsi oleh Steve Jobs untuk produk Apple pun terus dijaga dan dipertahankan.

Kelima, pemimpin karismatik menyadari bahwa manusia tidaklah sempurna. Pemimpin karismatik ingin para karyawannya belajar dari kesalahan-kesalahan sehingga kualitas produk atau diri dapat ditingkatkan.

Selain lima kelebihan di atas, terdapat juga beberapa kekurangan dalam gaya kepemimpinan karismatik. Salah satunya yaitu gaya kepemimpinan karismatik sering diasosiasikan dengan sifat sombong atau arrogant. Hal ini mungkin terjadi apabila orang-orang di sekitar pemimpin karismatik terlalu dimuliakan.Sebagai tambahan, pemimpin karismatik juga dapat membuat organisasi atau perusahaan yang dipimpinnya jadi bergantungan atau dependent. Maka ketika pemimpin tersebut mengundurkan diri, produktivitas atau kinerja dapat langsung menurun, bahkan secara drastis.

Dengan terus belajar dan mengembangkan diri, kita dapat menjadi pemimpin yang karismatik namun tetap rendah hati. Selalu ingat bahwa menjadi pemimpin itu berarti kita memegang tanggung jawab yang besar. Tidak ada salahnya untuk mempelajari gaya kepemimpinan tokoh-tokoh terkenal lainnya, ya!

Baca juga: 5 Tips Sukses Kerja Freelance

Admin

Author Since: 27 June 2022

Leave Your Comment

id_ID