Mengenal Profesi Creative Writer dan Jenis Tulisannya

Freelancers

Mengenal Profesi Crative Writer dan Jenis Tulisannya

Creative writer atau penulis kreatif adalah salah satu profesi di bidang penulisan yang cukup banyak dicari saat ini. Orang dengan profesi ini bisa bekerja di mana saja, mulai dari agency, perusahaan, atau bahkan menjadi freelancer.

Mau tahu lebih lanjut tentang creative writer dan jenis-jenis tulisannya? Yuk simak penjelasannya berikut ini!

Apa Itu Creative Writer?

Sebelum memahami apa itu profesi creative writer, kita akan membahas terlebih dahulu mengenai creative writing atau penulisan kreatif.

Melansir dari Masterclass, creative writing atau penulisan kreatif merupakan suatu bentuk penulisan yang gaya bahasanya berada di luar lingkup penulisan teknis atau akademis yang lebih formal.

Creative writing biasanya ditulis dengan bahasa yang santai, ringan, dan memiliki daya untuk memengaruhi perasaan dan emosi pembaca.

So, seorang creative writer adalah orang-orang yang menulis berbagai hal di luar gaya penulisan teknis dan formal. Mereka akan lebih berfokus pada elemen-elemen seperti pengembangan karakter, narasi, dan plot.

Tidak hanya itu, creative writer juga harus memiliki kemampuan storytelling yang baik dan imajinasi yang luas.

Baca Juga: 5 Pekerjaan Freelance Paling Unik di Dunia

Jenis-Jenis Creative Writing

Ada beberapa jenis-jenis tulisan kreatif yang sering kita jumpai, yaitu:

1. Fiksi

Fiksi adalah karya kreatif yang menggambarkan individu, peristiwa atau tempat yang imajiner dan tidak konsisten dengan sejarah atau fakta. Dengan kata lain, fiksi adalah jenis tulisan yang tidak berdasarkan kenyataan.

Ada tiga macam bentuk fiksi, yaitu novel, roman, dan cerita pendek atau cerpen. 

2. Non-Fiksi Kreatif

Jika tulisan fiksi tidak berdasarkan kejadian nyata, maka tulisan non-fiksi mencakup fakta dan kejadian nyata. Meskipun begitu, jenis non-fiksi kreatif berbeda dengan non-fiksi pada umumnya. Dalam tulisan non-fiksi kreatif, kejadian nyata akan dipadukan dengan gaya penulisan kreatif sehingga akan menghasilkan sebuah tulisan menarik.

3. Memoar

Kita pasti sering mendengar buku autobiografi. Nah, memoar ini mirip dengan autobiorafi karena keduanya sama-sama menceritakan kisah penulis. Apa yang membuat keduanya berbeda adalah autobiografi menceritakan kisah perjalanan penulis dari kecil hingga masa kini, sedangkan memoar hanya mengangkat peristiwa khusus saja.

Autobiografi juga boleh dituliskan atau diwakilkan oleh orang lain, sedangkan memoar biasanya ditulis langsung oleh penulis. Maka dari itu, memoar juga dapat diartikan sebagai catatan atau kesan penulis terhadap peristiwa di hidupnya. 

4. Skenario

Pernahkah kamu menonton sinetron yang seru di TV? Well, di balik acara TV yang seru, ada creative writer yang berhasil menuliskan skenario dengan baik.

Jenis penulisan satu ini memang sangat mirip dengan drama atau lakon. Biasanya keduanya ditulis dalam beberapa babak (scene) yang dilengkapi dengan dialog dan stage direction. Yang membedakan adalah drama dibawakan oleh para aktor secara langsung di atas panggung, sedangkan skenario akan dibawakan melalui layar lebar atau TV.

5. Puisi

Jenis creative writing terakhir adalah puisi. Puisi adalah jenis tulisan yang terikat dengan irama, rima, serta susunan bait dan larik. Dengan kata lain, puisi mampu mengungkapkan emosi maupun pengalaman penulisnya melalui gaya bahasa yang berima sehingga menarik untuk dibaca.

Meskipun begitu, seiring berjalannya waktu, ada juga bentuk puisi modern yang tidak terikat dengan irama atau rima. Tak hanya itu, ada juga berbagai macam platform online di mana kamu bisa mempublikasikan karya puisimu.

Nurul Hanun Asyifa

Author Since: 4 July 2022

Leave Your Comment

id_ID