Strategi Menghadapi Krisis Perusahaan: A Full Guide

Freelancers
strategi menghadapi krisis
Image by Freepik

Kayaknya kata krisis ini cukup nggak asing telinga kita ya, iya gak sih? Strategi menghadapi krisis yang benar itu seperti apa ya?

Nah, kira-kira krisis ini tuh apa sih?

Menurut Machfud (1998), krisis adalah suatu kejadian, dugaan, atau keadaan yang mengancam keutuhan, reputasi, keberlangsungan individu atau organisasi.

Krisis dapat berawal dari mana saja. Komplain oleh pelanggan akibat produk “cacat” juga bisa menimbulkan sebuah krisis. Selain itu krisis cenderung akan membuat pengaruh negatif dan isu yang dapat merugikan bagi perusahaan.

Kalau udah kaya gitu, harus gimana? Maka dari itu, kita harus cepat dalam merespon, akurat dalam memberikan informasi, dan konsisten dalam setiap memberikan pernyataan.

Strategi Menghadapi Krisis

Berikut hal yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi situasi krisis pada perusahaan.

1. Transparan 

Saat terjadinya krisis, kebanyakan perusahan lebih memilih diam daripada menyampaikan informasi atas apa yang terjadi dan proses yang berlangsung. Padahal, hal ini bisa menimbulkan dampak buruk yaitu timbulnya persepsi negatif dari banyak publik yang bisa mengakibatkan meluasnya bad news mengenai perusahaan.

2. Akui Kesalahan

Saat terjadinya krisis, bad news terkait perusahaan akan lebih cepat menyebar daripada good news. Jadi, akui dan jangan berbelit. Kamu bisa melakukan ini dengan melakukan konferensi pers. Kendati demikian, susunlah kalimat permintaan maaf terlebih dahulu untuk menghindari kesalahan yang tidak perlu. Strategi menghadapi krisis yang satu ini cukup ampuh!

3. Pilih Spoke Person yang Tepat

Dalam menghadapi krisis, kita tentu perlu bantuan penanganan dari pihak lain juga. Pilihlah spoke person yang sudah banyak pengalaman dan ahli dalam menangani krisis yang terjadi.

4. Berempati Terhadap Pelanggan

Strategi menghadapi krisis selanjutnya adalah dengan melakukan komunikasi sebagai rasa simpati atas apa yang terjadi. Kamu bisa menunjukkannya melalui media sosial perusahaan atau kamu bisa melakukannya dengan sebuah unggahan video.

5. Tunjukan Nilai Positif dari Perusahaan

Ketika krisis terjadi, bad news tentu akan lebih cepat menyebar. Oleh karena itu, tunjukkanlah nilai positif untuk meredam luasnya bad news yang terjadi. Kamu bisa menunjukan kebaikan yang telah perusahaan kamu berikan.

Rizqa Munadiyah

Author Since: 27 June 2022

Leave Your Comment

id_ID