Suka Duka yang Sering Dihadapi Freelancer

Freelancers

Suka Duka yang Sering Dihadapi Freelancer

Sebagian orang mungkin berpikir bahwa menjadi seorang freelancer adalah hal yang menyenangkan. Dapat mengerjakan pekerjaan di mana saja dengan waktu yang fleksibel. 

Tapi tahu nggak sih menjadi seorang freelancer tidak selamanya menyenangkan. 

Pasti ada saja drama yang terjadi. Entah itu drama dengan klien, atau dengan diri sendiri, bahkan dengan tools penunjang pekerjaan. 

Hidup itu memang tidak selamanya suka sih, pasti ada dukanya lah ya~

Terus apa sih suka duka yang sering dihadapi para freelancer? Yuk simak artikel berikut ini. 

1. “Kagak dapet tunjangan kantor.” 

Freelancer tidak terikat dengan suatu perusahaan tertentu. Mereka bekerja hanya untuk menyelesaikan satu project yang diberikan oleh klien. Jadi keuntungan seperti mendapat tunjangan asuransi atau tunjangan hari raya sudah pasti tidak akan didapatkan. Bagi sebagian orang, tunjangan kantor merupakan hal yang penting. Karena itu bisa menjadi sumber penghasilan dadakan yang lumayan juga ya. 

2. “Gue bisa kerja di rumah nggak perlu ribet mandi pagi terus berangkat ke kantor.” 

Sebagai budak korporat yang tiap hari bangun pagi terus mandi buat berangkat ke kantor, rasanya lebih enak emang kerja di rumah. Tanpa terikat waktu mau ngerjain kapan aja. Enaknya lagi nggak perlu keluar ongkos bensin atau ongkos gojek. Duitnya bisa kamu alihin ke kebutuhan yang lebih penting atau ya kamu tabung aja. 

3. “Klien ribet banget pengen ini itu ina inu, tapi balik lagi ke awal akhirnya.”

Ini sih kayak udah jadi hal umum ya. Jadi freelancer nggak jauh-jauh hubungannya sama klien. Pasti ada aja nih, satu dua atau bahkan banyak klien yang permintaannya aneh-aneh. Selama ngerjain project selalu minta revisi berkali-kali, tapi akhir-akhirnya malah balik lagi ke awal. Klien yang kayak gini pantas untuk didoakan supaya nggak kayak gitu lagi. 

4. “Penghasilan gue lebih tinggi dari karyawan gaji umr.”

Nah celetukannya yang ini berasal dari orang yang sudah sangat lama menjalani karier sebagai freelancer. Penghasilan sebagai freelancer memang akan sangat besar jika kamu memiliki klien yang banyak dan rate card yang kamu tawarkan pun tinggi. Bahkan ada freelancer yang penghasilannya bisa mencapai 40 juta/bulan. 

Nah hal ini pun masih ada kekurangannya, di mana para freelancer tidak mendapatkan gaji yang tetap setiap bulannya. Bisa saja dalam satu bulan mereka tidak mendapatkan project apapun. Makanya menjadi seorang freelancer harus pintar-pintar dalam mengelola keuangan. Karena penghasilan yang tinggi tidak menjamin seseorang akan mempunyai uang terus menerus. Belajarlah dalam memenej uang yang baik. 

5. “Susah banget cari dan mempertahankan klien.”

Freelancer sudah pasti akan bekerja dengan klien. Nah mempertahankan klien ini memang sedikit sulit. Butuh tips and trick tertentu. Mencari klien pada saat awal-awal menjadi seorang freelancer pun cukup sulit. Kamu perlu aktif di berbagai platform pencari kerja dan mendaftar di website khusus freelancer. 

6. “Dianggap pengangguran mulu dah.”

Kalau ini kayaknya gara-gara kerjanya di rumah mulu. Nggak pernah keliatan keluar rumah buat berangkat ke kantor. Makanya sering banget tuh label pengangguran disematkan oleh para tetangga. Eh sekalinya dapet duit banyak hasil nabung terus beli barang mewah, malah dianggap pesugihan. Haduh siapa nih yang pernah kayak gini? Sedih banget. Kerja capek capek ngadepin klien yang rese kok malah dianggap miara tuyul ya:(

Itulah suka duka para freelancer. Kira-kira kamu pernah ngalamin semuanya nggak?

Rizqa Munadiyah

Author Since: 27 June 2022

Leave Your Comment

id_ID