Tipe Klien yang Paling Bikin Pusing Para Freelancer

Freelancers

Tipe Klien yang Paling Bikin Pusing Para Freelancer

Hubungan klien dan freelancer tidak akan terpisahkan. Seorang freelancer membutuhkan klien sebagai sumber penghasilan. Dan klien membutuhkan seorang freelancer untuk menyelesaikan pekerjaannya. 

Hubungan antara klien dan freelancer tidak selalu berjalan lancar. Selalu saja ada cerita-cerita unik yang kadang tidak masuk akal. 

Klien memiliki berbagai macam sifat yang terkadang membuat para freelancer pusing setengah mati. 

Ada tipe tipe klien yang terkadang permintaannya di luar nalar, tetapi hanya memberikan budget yang pas-pasan

Ada pula klien yang tidak tahu sebenarnya keinginannya seperti apa. 

Berikut tipe-tipe klien yang paling bikin pusing para freelancer. Yuk simak artikel ini sampai habis. 

Baca juga: Memulai Karier Sebagai Freelancer? Siapa Takut!

1. Tipe Klien: Si Paling Tidak Tepat Waktu

Siapa yang pernah menghadapi klien seperti ini? Klien yang menentukan jadwal pertemuan tetapi klien juga yang telat datang. 

“Aduh maaf ya saya telat, tadi ada meeting dadakan sama bos saya. Gak apa apa ya, kamu kan waktunya fleksibel, gak kayak saya, sibuk.” 

Kalimat-kalimat seperti itu kadang bikin para freelancer ngelus dada. Padahal waktu setiap orang itu berharga. Jangan sampai meremehkan waktu seseorang dan membandingkannya dengan waktu kita sendiri. Hal tersebut tidak etis ya! 

2. Tipe Klien: Si Paling Pemimpi 

Nah klien yang kayak gini nih, yang selalu bikin pusing para freelancer. Keinginan klien yang kadang terlalu tinggi hingga tidak masuk akal. 

“Pokoknya saya pengen followers instagram brand saya dalam satu minggu sudah mencapai 5000 followers. Terus website saya sudah ada di page one Google, dan yang belanja ke saya sehari bisa sampai 500 orang…bla..bla..bla…” 

Tipe klien kayak gini terkadang hanya ingin hasil yang cepat tetapi tidak melihat proses, dan permintaannya yang tidak masuk akal. 

Ketika menghadapi klien seperti ini, jelaskan terlebih dahulu terms and conditions dan strategi yang akan kamu pakai. Jelaskan mengapa hal tersebut tidak masuk akal, lalu diskusikan kembali terkait hal-hal yang harus dicapai.

3. Tipe Klien: Si Paling Tidak Tahu Apa-Apa

“Ya pokoknya saya serahkan sama kamu, saya gak ngerti begituan soalnya.”

Nah yang kayak gitu juga bikin bingung. Freelancer tidak tahu harus melakukan apa dan apa hasil dari proyek yang akan dikerjakannya. 

Ketidakjelasan ini biasanya berlangsung sampai akhir proyek, ketika nanti proyek sudah selesai dikerjakan lalu klien melihat hasilnya, mereka akan bilang tidak puas dan bukan seperti ini yang mereka inginkan. 

Haduh rasanya sumpah serapah sudah berada di ujung lidah tapi karena kesopanan dan kepuasan klien tetap nomor satu demi cuan yang cair. 

4. Klien Si Paling Budget Pas-Pasan

Tipe klien yang memiliki budget yang pas-pasan selalu membuat para freelancer memutar otak agar budget yang diberikan cukup tetapi hasil tetap maksimal. 

“Budget saya pokoknya tidak lebih dari 1 juta, kalau lebih dari itu saya mau cari pekerja lepas yang lebih murah.” 

Waduh kalau sudah seperti itu rasanya kita ingin melepaskan saja klien ini. 

Sebaiknya freelancer menjelaskan secara detail mengapa rate card dia lebih mahal daripada yang lain. Jelaskan juga kelebihan-kelebihan dari strategi yang akan kamu pakai. 

Hal unik apa yang membuat kamu pantas memiliki rate card yang lebih tinggi. Makanya self branding bagi para freelancer ini merupakan hal yang paling penting. 

5. Klien Si Paling Gaptek

Semenjak pandemi covid-19 melanda seluruh dunia. Aktivitas pekerjaan berpindah menjadi online, begitu pula dengan pertemuan bersama klien yang memanfaatkan aplikasi zoom meeting. 

Tetapi, ternyata masih ada beberapa orang yang tidak terbiasa dengan perubahan tersebut, khususnya pada generasi boomer yang lebih menyukai pertemuan langsung. 

“Saya prefer ketemu langsung ya buat ngejelasin proyek ini mau dibawa kemana dan apa saja yang harus kamu kerjakan. Saya suka agak pusing kalau ngobrol lewat zoom. Suka gak fokus gitu…”

Padahal pas freelancer datang langsung ke tempat yang sudah dijanjikan, yang dibicarakan sesuai dengan brief yang sudah diberikan sebelumnya. Selain ngabisin waktu, ngabisin uang ongkos juga tuh buat sampe ke tempatnya. 

Tipe klien yang seperti ini memang sedikit sulit untuk dihindari. Apalagi ketika kita mendapat klien yang sudah tua dan tidak mengerti cara menggunakan teknologi atau istilah sekarangnya gaptek (gagap teknologi). 

6. Klien Si Paling Harga Teman

Tipe klien yang seperti ini sulit sekali untuk dihindari. Pertama, karena klien tersebut teman kita. Bagi beberapa orang yang tidak enakan rasanya sulit sekali menolak permintaan teman. Padahal sebenarnya gak deket-deket amat tuh sama temannya. 

“Eh lu kan jago desain, boleh dong bikinin gue logo buat usaha baru gue nih. Tapi harga temen ya!”

Teman yang kayak gini halal untuk kamu tabok supaya sadar! Dikira desain logo itu gampang. Apalagi minta harga teman itu biasanya minta gratis. 

Dalihnya sih, bantuin usaha teman yang baru merintis. Tapi, teman juga tidak membantu usaha kita juga sih. Udahlah, tipe klien kayak gini kalian skip aja! 

Baca juga: 8 Keahlian yang Dibutuhkan bagi Digital Marketer

Nah itu dia 6 tipe klien yang selalu bikin pusing para freelancer. Kamu pernah menghadapi klien yang mana aja nih? 

Kamu berminat jadi freelancer atau sedang mencari tenaga freelance? Segera daftarkan dirimu di Rumah Freelancer.

Rizqa Munadiyah

Author Since: 27 June 2022

Leave Your Comment

id_ID