Tips Membangun Portofolio yang Baik agar Dilirik Klien

Freelancers

Tips Membangun Portofolio yang Baik agar Dilirik Klien

Bagi kamu yang sedang mencari pekerjaan tetap, magang, atau sedang mencari klien agar menggunakan jasamu, kamu membutuhkan portofolio yang baik. Tidak cukup hanya dengan cv atau resume saja. Dengan menambahkan portofolio pada dokumen lamaranmu, kamu akan mendapatkan nilai tambah dari para recruiter. 

Portofolio adalah kumpulan karya yang telah kamu buat atau kumpulan hasil kerja di beberapa perusahaan yang berisi terkait pencapaian yang dapat kamu visualisasikan. 

Portofolio akan memberikan informasi lebih terkait beberapa contoh pekerjaan yang telah kamu lakukan serta prestasi yang kamu capai di kantor sebelumnya. 

Bagi sebagian orang, membuat portofolio tidak hanya untuk melamar pekerjaan saja. Tetapi, portofolio bisa kamu share di LinkedIn untuk membangun personal branding. 

Lalu bagaimana cara membangun portofolio yang menarik agar klien atau recruiter menghubungimu?

Yuk simak artikel ini sampai habis. 

Menurut The Balance Career ada 6 tips membangun portofolio yang menarik.

1. Kumpulkan Contoh Hasil Kerjamu

Kumpulkan hasil dari pekerjaanmu dan masukkan ke dalam satu slide saja. Tidak perlu semua hasil pekerjaan kamu masukkan. Berikan hasil pekerjaan yang menurutmu paling bagus dan paling menarik untuk dilihat. 

Jika kamu seorang fotografer, maka tampilkan beberapa hasil fotomu ke dalam satu slide. Foto tersebut dapat menunjukkan bahwa kamu seorang fotografer profesional yang memiliki ciri khas tertentu dalam fotomu. 

Atau jika kamu seorang content writer, kamu bisa masukkan artikel yang sudah kamu publish. Kamu pun harus menjelaskan bahwa artikel tersebut masuk ke dalam page one google dan menarik konsumen untuk melakukan konversi. 

Jadi, selain kamu memasukkan contoh dari pekerjaanmu, jelaskan juga pencapaian kamu dengan hasil tersebut. Misalnya, kamu mendapatkan penghargaan sebagai content writer terbaik di perusahaan. 

2. Masukkan Foto Diri saat Bekerja

Hal ini yang terkadang lupa untuk dimasukkan ke dalam portofolio. Memasukkan foto sendiri saat sedang bekerja. Misalnya kamu sedang mengisi pelatihan terkait social media management, dokumentasikan acara tersebut dan masukkanlah ke dalam portofolio. Hal tersebut dapat menunjukkan bahwa kamu adalah seorang yang sudah ahli dalam bidang kamu lamar. Sehingga recruiter atau klien memberikan kepercayaan lebih terhadap skill yang kamu miliki. 

Memasukkan foto diri pada saat sedang bekerja menunjukkan bahwa kamu benar-benar bekerja dan hasil karya tersebut bukan hasil colongan. 

3. Masukkan Informasi Terkait Perusahaan Di Mana Kamu Bekerja 

Ketika kamu bekerja untuk perusahaan yang prestisius, itu dapat menjadi nilai tambah bagi kamu. Jelaskan track record perusahaan tempat kamu bekerja. Kamu sudah pernah bekerja dengan siapa saja dan perusahaan mana saja. 

Selain itu, jelaskan juga terkait kontribusimu atas produk-produk yang sudah perusahaan kembangkan.

4. Masukkan Komentar yang Kamu Terima

Hal ini sering kali dilupakan oleh orang-orang dalam membuat portofolio. Memasukkan komentar dari orang-orang yang memiliki jabatan di atas kamu. 

Tunjukkan salah satu karya terbaik kamu dan visualisasikan komentar yang kamu terima. 

Misalnya ketika kamu seorang video editor kamu dapat menampilkan komentar dari klien atau atasanmu yang merasa puas atas hasil kinerjamu. 

5. Show Your Skills!

Nah ini dia hal yang paling penting. Menunjukkan skills yang kamu punya secara langsung. Loh gimana caranya? Gampang banget! Kamu bisa langsung masukkan link untuk demonstrasikan pekerjaanmu. 

Misalnya kamu adalah seorang desainer grafis, kamu bisa menunjukkan video ketika kamu bekerja dengan editing tools yang kamu gunakan dan yang sedang dibutuhkan oleh klien. Hal tersebut akan membuat klien semakin yakin dengan skill yang kamu miliki dan memperlihatkan bahwa kamu sangat ahli dalam menggunakan tools yang dibutuhkan. 

6. Simple dan Rapi

Portofolio mu masih berukuran 600 mb? Haduh udah pasti lewat deh! Klien nggak punya waktu buat nunggu portofolio terbuat dengan sempurna. Biasakan untuk selalu memastikan bahwa ukuran file portofolio tidak terlalu besar. Buatlah portofolio yang simple dan rapi. Tidak perlu memiliki banyak slide dan terlalu heboh dalam mendeskripsikan hasil karyamu. Simple saja, sometimes a photo can describe anything more than a word. 

Baca Juga: Tipe Klien yang Paling Bikin Pusing Para Freelancer

YUPS! Itulah tips membangun portofolio yang baik agar dilirik klien. Kalau bisa sih nggak cuma dilirik doang ya, tapi akhirnya bisa deal sampai projects berikutnya. 

Kamu sedang mencari freelancer untuk kebutuhan bisnis mu? Yuk kunjungi Rumah Freelancer di sini. 

Rizqa Munadiyah

Author Since: 27 June 2022

Leave Your Comment

id_ID